Experiential Learning Model and Awareness Training Model to Increase Student Multicultural Competence

https://doi.org/10.24042/kons.v6i2.5211

Permata Sari, Ferisa Prasetyaning Utami, Ike Kurnia Ani Khusana

Abstract


Munculnya konflik antar budaya disebabkan oleh kurangnya kompetensi multikultural oleh individu untuk menghormati keberadaan orang lain yang berbeda budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran berdasarkan pengalaman dan pelatihan penyadaran untuk mengingatkan kompetensi multikultural siswa BKPI. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan tipe eksperimen sejati yang menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah 16 siswa yang memiliki kompetensi multikultural dalam kategori rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kompetensi multikultural. Hasil penelitian dianalisis dengan Wilcoxon signed-rank test untuk mengukur skor siswa sebelum dan sesudah perawatan diberikan. Uji Mann-Whitney U digunakan untuk mengukur perbandingan model yang lebih efektif digunakan.

 


Keywords


Awareness Training; Experiential Learning; Multicultural Competence

Full Text:

PDF

References


Akhmadi, A. (2013). Peningkatan Kesadaran Multikultural Konselor (Guru BK). Muaddib, 3(2), 18–36.

Andrianie, S., Muslihati, M., & Ramli, M. (2019). Pengembangan Paket Bimbingan Berbasis Experiential learning untuk Meningkatkan Empati Siswa Sekolah Dasar. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 3(2), 196–202.

Bulantika, S. Z. (2017). Pengaruh Persepsi Masyarakat Terhadap Kecemasan Kaum Homoseksual/Lesbian. JURNAL EDUKASI: Jurnal Bimbingan Konseling, 3(2), 158–173.

Calvin, J. R., & Igu, J. (2019). Culture, Conflict and Team Management in I4H: Experiential Learning in Business Practice to Support Community Development Entrepreneurship. Journal of Organizational Culture, Communications and Conflict.

Charlina, R., Utama, T. C., & Farabi, N. (2017). 5. Combating Cyber Racism: Analisis Komparatif terhadap Implementasi Protokol Tambahan Council of Europe Convention on Cybercrime tentang Cyber Racism (CETS 189) di Amerika Serikat dan Australia Tahun 2012-2016. Journal of International Relations, 3(1), 39–47.

Dimoff, J. K., Kelloway, E. K., & Burnstein, M. D. (2016). Mental health awareness training (MHAT): The development and evaluation of an intervention for workplace leaders. International Journal of Stress Management, 23(2), 167.

Djamaluddin, M., Lasan, B. B., & Atmoko, A. (2018). Experiential Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Multikultural Mahasiswa. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 3(3), 119–130. https://doi.org/10.17977/um001v3i32018p119

Earnest, D. R., Rosenbusch, K., Wallace-Williams, D., & Keim, A. C. (2016). Study abroad in psychology: Increasing cultural competencies through experiential learning. Teaching of Psychology, 43(1), 75–79.

Fawcett, M. L., & Evans, K. M. (2012). Experiential approach for developing multicultural counseling competence. In Experiential Approach for Developing Multicultural Counseling Competence. https://doi.org/10.4135/9781452244075

Jose, S., Patrick, P. G., & Moseley, C. (2017). Experiential learning theory: the importance of outdoor classrooms in environmental education. International Journal of Science Education, Part B, 7(3), 269–284.

Julianto, B., Wagimin, & Muslim, M. (2016). Keefektifan Self-Awareness Training untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Peserta Didik. Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling, 4(June), 0–5.

Kolb, A. Y., & Kolb, D. A. (2009). The Learning Way. Simulation & Gaming, 40(3), 297–327. https://doi.org/10.1177/1046878108325713

Nurhakim, M. (2018). Islamic Education Based in Multiculturalism Through Experiential Learning Approach at University of Muhammadiyah Malang. 2018 3rd International Conference on Education, Sports, Arts and Management Engineering (ICESAME 2018). Atlantis Press.

Pangestie, E. P., & Sendayu, F. S. (2016). Pendekatan Experiential Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan respectful mind Bagi Mahasiswa. Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling, 2(1).

Ridwan. (2015). Problematika Keragaman Kebudayaan Dan Alternatif Pemecahan. Jurnal Madaniyah, 2, 254–270.

Riswanto, D., Mappiare-AT, A., & Irtadji, M. (2017). Kompetensi Multikultural Konselor pada Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan Tengah. JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling, 1(2), 215. https://doi.org/10.17509/jomsign.v1i2.8320

Sandhu, B. K., & Sidhu, R. K. (2015). Awareness Training Model and Constructivism as Related to Acquisition of Concepts of Science.

Situmorang, D. D. B., Bisri, M., & Setiono, L. (2018). Model awareness training untuk meningkatkan kesadaran multikultural konselor.

Spieler, C., & Miltenberger, R. (2017). Using awareness training to decrease nervous habits during public speaking. Journal of Applied Behavior Analysis, 50(1), 38–47.

Sue1982. (n.d.).

Sukatno, S., & Lubis, R. F. (2019). Konseling Antar Budaya Terhadap Perkawinan Batak Toba dan Nias di Kecamatan Sibabangun. RISTEKDIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 4(2), 127–133.

Tangidy, A. M., & Setiawan, T. A. (2016). Toleransi melalui model budaya Pela Gandong menggunakan media board game untuk mahasiswa. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 11(2), 16–25.

Taufiq, A. U., Tina, K. T., & Djafar, H. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Awareness Training Terhadap Motivasi Belajar Fisika. Jurnal Pendidikan Fisika, 7(1), 10–16.

Tomkins, L., & Ulus, E. (2016). ‘Oh, was that “experiential learning”?!’Spaces, synergies and surprises with Kolb’s learning cycle. Management Learning, 47(2), 158–178.

Van Gordon, W., Shonin, E., Dunn, T. J., Garcia-Campayo, J., Demarzo, M. M. P., & Griffiths, M. D. (2017). Meditation awareness training for the treatment of workaholism: A controlled trial. Journal of Behavioral Addictions, 6(2), 212–220.

Yusra, T. (2018). Konseling realitas : meningkatkan sikap toleran siswa terhadap keragaman budaya. 2(1), 32–37.




DOI: https://doi.org/10.24042/kons.v6i2.5211

Article Metrics

Abstract views : 450 | PDF downloads : 275

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Permata Sari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.